Makna Tuhan tidak beranak (dan tidak diperanakkan)
http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/09/12/makna-tuhan-tidak-beranak/
http://armansyah.swaramuslim.com/more.php?id=59_0_1_0_M
Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:31 : “Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan”.
Ini, adalah sesuatu yang make sense buat siapapun, dengan demikian maka semuanya menimbulkan satu pembelajaran kepada manusia terhadap nilai-nilai kebenaran, sebab kebenaran itu sendiri tidak mungkin sesuatu yang bersifat kacau dan tidak teratur.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16
Isa al-Masih dalam Islam disebut sebagai Kalimat Allah yang diberikan kepada Maryam.
Ini tidak berarti bahwa Isa Al-Masih adalah sabda alias firman yang menjelma menjadi manusia dalam pengertian Tuhan mewujud kebentuk manusia melalui perawan maria.
Isa = Kalimat Allah adalah berarti kehadiran dan kelahiran beliau as sebagai ketetapan Allah terhadap Maryam ( surah 3 Ali Imron 45 )
Lebih jauh, dalam hal pembahasan istilah ” Kalimat ” didalam al-Qur’an, terdapat beberapa kategori :
1. “Kalimat” bisa berartikan “Ujian” ; Dasarnya adalah al-Qur’an Surah al-Baqarah (2) ayat ke-124 :
“Dan tatkala Ibrahim DIUJI oleh Tuhannya dengan beberapa UJIAN, maka dilaksanakannya dengan sempurna.”
Konteks ayat diatas dalam bahasa al-Qur’an-nya adalah :
“Wa ‘idzibtala Ibrahim marobbuhu bi KALIMATI faatammahunna …”
2. “Kalimat” bisa berartikan “Ketetapan” ; Dasarnya adalah al-Qur’an Surah az-Zumar (39) ayat ke-71 :
“Tetapi berlakulah ketetapan siksa atas orang-orang kafir”
Konteks ayat diatas dalam bahasa al-Qur’an-nya adalah :
“Qolu bala walakin haqqot KALIMAT alazabi ‘alal kafirin”
Lebih jauh lagi, al-Qur’an secara langsung mengadakan pembantahan mengenai status keTuhanan ‘Isa putra Maryam ini melalui ayat :
“Hai Ahli Kitab ! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu berkata atas Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, ‘Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan Kalimah-Nya yang Dia berikan kepada Maryam dengan tiupan ruh daripadaNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu berkata: “Tritunggal”, Hentikanlah ! Baik bagimu. Allah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari mempunyai anak, kepunyaanNya-lah semua yang dilangit dan semua yang dibumi; Cukuplah Allah sebagai Pelindung.” (QS. 4:171)
Sehingga nyatalah keterangan al-Qur’an dalam hal ini bahwa Kalimatullah itu tidak berarti Allah itu sendiri sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 1:1-3 dan 1:14 dan al-Qur’an sama sekali tidak mendukung doktrin keTuhanan ‘Isa al-Masih.
Adapun juga kalimat “peniupan ruh daripadaNya” sebagaimana yang telah terjadi pada Maryam itu pada konteks ayat diatas adalah sama kejadiannya dengan tiupan ruh dari-Nya yang diberikan kepada Nabi Adam as.
“Tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan menusia dari tanah !, maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tunduk bersujud kepadanya !” -Qs. 38: 71-72
Kemudian, Isa Rasul Allah atau Isa utusan Allah, ya memang demikian adanya, sama seperti Muhammad pun utusan Allah, Musapun utusan Allah, Ibrahimpun utusan Allah dan itu sama sekali tidak merubah status mereka masing-masing sebagai utusan Tuhan.















Beda kitab beda pengertian, kitab sama pun pengertian bisa berbeda-beda, hormati perbedaan!