Gerai TELKOMSEL Pasaman Barat di Kupak Maling

2009 Mei 28
by IMAPASBAR

Pasaman Barat, (ANTARA)- Aksi maling di Simpangempat Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kembali terjadi, kali ini Kantor Gerai Hallo Telkomsel menjadi sasaran maling dengan membuka paksa pintu rolling door Rabu (27/5) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, akibatnya uang senilai Rp3.070.000 dan voucer kartu simpati 50 buah raib digondol maling.
Informasi yang dihimpun antara-sumbar.com di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) diperkirakan maling tersebut beraksi Rabu (27/5) dini hari saat masyarakat sekitar sudah tertidur. Gembok Pintu kantor Telkomsel tersebut dibuka paksa dan kaca kantor tersebut dipecahkan maling.

Ika, salah seorang penghuni ruko disebelah Telkomsel tersebut menyatakan peristiwa pencurian tersebut baru diketahuinya Rabu (27/5) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat dirinya hendak keluar ruko ternyata tidak bisa karena gembok milik Telkomsel dipasang di pintu rukonya.

Melihat kejadian itu dirinya langsung berteriak dan memberitahu kepada karyawan Gerai Telkomsel melalui Telephone. “Saya merasa heran, saya hendak keluar pintu ruko tidak bisa dibuka dan digembok dari luar. Ternyata gembok Gerai Telkomsel tersebut sengaja dipasang oleh meling agar aksi mereka tidak diketahui. Padahal Selasa (26/5) malam sekitar pukul 11.00 WIB saya masih belum tidur dan aksi mereka diperkirakan Rabu dini harinya,” katanya.

Beberapa karyawan Gerai Telkomsel, Icin, Rozi dan Eva kepada antara-sumbar.com menyatakan baru mengetahui kejadian setelah diberitahu oleh Ika melalui Telephone pada Rabu (27/5)

paginya. Setelah melihat isi kantor diperkirakan kerugian mencapai Rp 3 juta lebih dan sejumlah Voucer kartu simpati.

“Uang tersebut diambi maling dalam laci kantor sedangkan barang-barang lainnya seperti komputer tidak dibawa maling,” kata Eva yang diamini Icin dan Rozi.

Kapolres Pasbar AKBP Sus Edy Tafif melalui Kaur Bins Ops Intelkam Iptu Muzhendra membenarkan atas pencurian yang dilakukan oleh sekelompok maling yang tidak dikenal tersebut. “Saat ini kami sudah melakukan oleh TKP dan belum diketahui siap pelakunya. Kasus ini masih dalam lidik,” katanya. (aml)